(Medan Rabu 20 Juni 2018.)
Saya merasa sangat kewal marah dan sedih mendengar peristiwa sedih atas korban Kapal Motor Sinar Bangun di Dabao Toba pada hari senin kemarin. Seharusnya Itu tidak sepatutnya terjadi karena bukankah Danao Toba yang skala promosinya setingkat Nasional itu sesmetisnya sudah memiliki standard Pemberangkatan Penumpang atau Wisatawan yang juga Nasional Level ? ternyata dari berita uyang saya dengar dari TV One dan Metro TV jelas disimpulkan bahwa tidak ada penerapan Standrd Keselamatan pemberangkatan KM Motor di pelabuhan "sialan" itu. Sialan disini maksudn saya adalah terhadap orang-orang yang semetiya punya Hati nurani dan tidak mementingkan sifat kebinatangannya yang rela membiarkan nyawa orang atau penumpang sampai ratusan orang yang sangat berpotensi tenggelam tetapi tetap di berangkatkan juga.
Saya minta Kepolisian dan Kemenhub menghukum orang-orang yang meraup untung dengan KM Motor Sinam bangun itu yang akhirnya KM motor itu memakana korban. Untuk di Sumatera Utara saya titip pesan kepada Bapak Kapolri dan Mentri Perhubungan RI karena ' gurita Nepotisme nya' sangat tinggi baik di jaringan jaringan penegak hukumnya di Sumatera Utara kiranya Pemeriksanaan terhadap oknum yang bertanggungjawab tersebut dilakukan oleh Penyidik dari MABES POLRI atau PPNS Kemenhub agar ' TIDAK MASUK ANGIN' .
Semoga oknum -oknum yang mengenmbang tugas alias mendapat Gaji dari atau untung terkait KM Motor Sialan itu di hukum Mati saja, ditambah di lemparkan ke Danau Toba dan jika dia pandai berenang maka dilemparkan lagi sampai dia keletihan dan mati agar hatinya yang kotor itu merasakan betapa tersiksanya para korban KM Motor Sinar bangun itu. Aku berdoa' Ya Allla Tolonglah saudara-saudaraku yang kini masih belum diketemukan semoga mereka masih hidup dan masih bisa beribadah kepada Mu sebagai bekal hidup mereka setelah mati. Aaaamin.
Semoga Tuhan Menolong para Tim Tim Penyelamat.
Suherly Harahap
Medan HP 0853 7259 9861.



